Alat Musik Grimpheng, Aceh

Alat Musik Grimpheng, Aceh

Daftarbudayaindo.web.idPermainan Grimpheng terkait erat dengan sejarahnya dengan pertumbuhan rapai pulot dan cara memainkannya hampir mirip. Ratoh (puisi), yang hiburan tematiknya mengunsuri grimpheng menyegarkan, juga bisa menjadi sarana propaganda dan ingat untuk menjauh dari tindakan tercela dan keji.

Pemainnya terdiri dari 20 orang laki-laki. Mereka duduk berderatan dalam dua saf masing-masing terdiri dari 10 orang, menggunakan pakaian seragam putih dan berselempang merah, sedangkan syeh memakai selempang kuning.

Alat-alat yang dipergunakan adalah rapai yang sama bentuk dan ukurannya. Permainan dimulai dengan menjuruskan tangan ke depan kemudian melenggokkan badan ke samping kiri dan kanan secara serentak. Seterusnya dilanjutkan dengan pemukulan rapai yang diiringi lagu-lagu (ratoh), setelah lebih dahulu memberi salam.

Baca juga : Alat Rapai Pulot, Aceh

Grimpheng kadang-kadang berlangsung hingga pagi hari dengan aneka jenis sajak atau lagu yang dinyanyikan secara bergantian.Budaya Aceh ini sampai sekarang masi di lestarikan dengan baik setiap tahunnya bahkan terkadang di gunakan diacara-acara besar seperti pernikahan juga acara-acara pemerintahan di kota aceh. Aceh memang memiliki kebudayaan yang sangat beragam dan sampai sekarang anak-anak remaja juga di libatkan dalam setiap kebudayaan ini bertujuan untuk agar tetap di ingat oleh anak cucu sehingga tidak dilupalkan sampai keturunan berikutnya.

Namun permainan ini membutuhkan stamina yang kuat di karenakan permainan nya membutuhkan waktu yang lumayan lama. Karena itu permainan ini lebih di utamakan kaum adam (pria) karena permainan ini membutuhkan stamina yang kuat juga tenaga yang lumayan melelahkan.

Marilah kita tetap membudayakan kebudayaan Indonesia sampai ke anak cucu kita sepeti kota Aceh yang tetap melibatkan remaja di daerah setempat agar kebudayaan ini tidak di lupakan sampai kapan pun. Walaupun negara semakin hari semakin modren namun kita tetap boleh melupakan kebudayaan nenek moyang yang selama ini sudah ada dari jaman dahulu kala. Terima kasih sudah membaca artikel ini ikuti terus daftarbudayaindo.web.id agar menambah wawasan kita dalam negara kita sendiri.