Balimau Tradisi di Sumatera Barat

Balimau Tradisi di Sumatera Barat

Balimau – Setiap wilayah di Indonesia mempunyai tradisi khas sendiri dan Khususnya di wilayah Sumatera Barat ada tradisi yang dilestarikan oleh masyarakatnya sampai sekarang,yaitu tradisi Balimau.

Balimau merupakan tradisi agama hindu yang masih mengakar di Sumatera Barat yakni dengan membersihkan diri di sungai atau di tempat-tempat pemandian umum. Balimau diadakan saat sebelum bulan Ramadhan untuk menyucikan diri secara lahir dan batin. Yang unik dari upacara ini adalah cara mandinya dengan menggunakan air limau atau jeruk nipis. Jeruk nipis dipercaya dapat membasuh kotoran serta keringat yang melekat pada kulit.

Pemakaian jeruk nipis pada upacara ini adalah sebagai bentuk simbol mandi pada jaman dahulu saat belum tersedia sabun – warga Minang membersihkan diri dengan jeruk nipis. Tentu saja, para pria dan perempuan diharuskan mandi di tempat terpisah. Kalau laki-laki mandi di sungai, maka para perempuan bisa mandi di tempat pemandian yang lebih tertutup. Namun saat ini, banyak terjadi penyimpangan karena tak jarang warga setempat berbondong-bondong ke sungai – pria maupun wanita – untuk meramaikan perayaan Balimau ini. Alhasil upacara yang dulunya merupakan upacara keagamaan kini beralih fungsi menjadi sebuah perayaan atau rekreasi.

Latar belakang dari tradisi ini adalah membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadan, sesuai dengan ajaran agama Islam, yaitu menyucikan diri sebelum menjalankan ibadah puasa.

Tradisi balimau dipercaya sudah ada sejak abad ke-19 pada masa penjajahan Belanda. Awalnya, tradisi balimau merupakan sebuah ritual di mana pada hari terakhir bulan Sya’ban seseorang diharuskan mandi keramas dengan limau, kasai (bunga rampai), dan beberapa jenis bunga lainnya. Balimau juga sering disebut dengan bakasai (mandi dengan bunga rampai). Setelah balimau atau bakasai tersebut, barulah seseorang berniat untuk berpuasa Ramadhan keesokan harinya.

Tempat di wilayah Kota Padang yang paling sering dikunjungi untuk melakukan tradisi Balimau ini adalah Lubuk Paraku dan Lubuk Minturun. Keduanya sangat cocok dijadikan lokasi untuk menggelar Balimau ini karena keduanya adalah pemandian alam yang merupakan aliran sungai berlubuk dan sangat cocok untuk mandi bahkan hanya bermain air saja. Akan tetapi, banyak pula sungai di dekat sana maupun pinggir jalan yang selalu sepi namun mendadak sangat ramai bahkan sangat penuh sehingga tidak bisa lagi menampung lebih banyak lagi pengunjung. Bahkan untuk melakukan Balimau, banyak warga lokal yang rela keluar dari Padang hanya untuk menemukan pemandian.

Baca juga:

 

Beberapa tempat yang sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan Balimau adalah Lubuak Mato Kuciang di wilayah Padang Panjang, Pemandian Tirta Alam yang ada di Kayu Tanam, jembatan Aka yang ada di wilayah Painan dan sebagainya. Namun keselamatan dalam melakukan pemandian ini juga harus dijaga sebab pernah terdapat kasus korban jiwa saat Balimau karena banyak orang tenggelam sehingga pemerintah setempat wajib untuk menjaga keamanan untuk para warganya.

Demikianlah sedikit informasi tentang Balimau Tradisi di Sumatera Barat,semoga artikel ini dapat menambah informasi anda tentang kebudayaan Indonesia yang masih dilestarikan sampai saat ini.