Kebo-keboan – Banyuwangi

Kebo-keboan – Banyuwangi

daftarbudayaindo.web.id – Kebo-keboan adalah Ritual yang diadakan setahun sekali ini selalu diadakan setiap tanggal 10 Suro atau 10 Muharam di desa Alasmalang, Singojuruh, Banyuwangi.

Upacara ini mengharuskan beberapa laki – laki berdandan menjadi kerbau dan berkorban untuk membajak sawah. Setelah membajak sawah kebo – keboan ini diarak mengelilingi desa disertai karnaval kesenian rakyat.

Ritual kebo – keboan ini bertujuan untuk meminta hujan ketika musim kemarau.

Setiap peniru akan melakukan ritual ini dengan dan berperan menjadi kerbau, termasuk membajak tanah, menanam, dan menyirami hasil panen.  Warga pun bekerjasama untuk mengubah desa menjadi sawah, dengan dihiasi dengan pohon pisang, padang rumput, dan tanaman lainnya agar desa terlihat seperti sawah yang sebenarnya.

Baca juga : Gigi Runcing Suku Mentawai – Kalimantan

Sepanjang festival, jalanan akan ditutupi tanaman dan rumput yang disiapkan oleh para peserta. Pompa air raksasa terpasang di sudut perempatan untuk untuk mengubah sebuah sudut perempatan desa menjadi tergenang air. Perempatan tersebut menjadi titik temu peniru kerbau air yang akan berbaris menuju arah keempat penjuru mata angin.

Rangkaian upacara adat tradisional kebo-keboan ini sebenarnya telah dimulai sejak satu minggu sebelumnya ketika orang berkumpul untuk berdoa di makam mbah Buyut Karti, leluhur yang memulai tradisi ini 300 tahun yang lalu. Upacara kebo-keboan ini adalah festival syukuran budaya untuk merayakan kesuksesan panen. Ini juga merupakan momen untuk meminta pada Tuhan agar sawah diberi kesuburan dan kemampuan untuk menghasilkan panen yang berkualitas baik di tahun-tahun berikutnya.