Sejarah Gamelan Asal Jawa

Sejarah Gamelan Asal Jawa

Daftarbudayaindo.web.id – Gamelan mungkin menjadi semakin tidak populer di kalangan anak muda Indonesia, tetapi ini tidak terjadi di luar negeri. Ketertarikan pada alat musik tradisional Jawa dan Bali ini bahkan lebih besar di luar nusantara. Di Sekolah Musik Selandia Baru, misalnya, gamelan telah digunakan sebagai bagian dari kurikulum permanen. Sementara di Jepang, Amerika Serikat dan Singapura, ada beberapa lembaga pendidikan yang mengajarkan dasar-dasar gamelan kepada murid-muridnya, meskipun itu bukan kurikulum khusus.

Museum Musik Nasional di Vermillion, South Dakota, Amerika Serikat, bahkan menampilkan permainan gamelan di sudut ruang pamer. Alat musik tradisional dikombinasikan sempurna dengan alat musik Indonesia lainnya, seperti rebana dan seruling.

Sejarah Gamelan Jawa

Seawal-awalnya, relief gamelan nampak pada dinding Candi Borobudur yang dibangun pada abad kesembilan. Relief tersebut menampilkan sejumlah alat musik, termasuk kendang, suling bambu, kecapi, dawai dan lonceng. Pada masa Hindu-Buddha, gamelan diperkenalkan kepada masyarakat Jawa dan berkembang di Kerajaan Majapahit.

Secara tradisional sendiri masyarakat Jawa meyakini bahwa gamelan diciptakan oleh Sang Hyang Guru Era Saka. Dewa penguasa seluruh Tanah Jawa dengan istananya yang berada di Gunung Mahendra (sekarang Gunung Lawu), daerah Medang Kamulan. Olehnya alat musik yang pertama diciptakan adalah gong, yang ketika itu digunakan untuk memanggil para dewa.

Kemudian alat-alat musik pengiring ikut diciptakan juga, untuk menyampaikan pesan yang sifatnya khusus. Hingga kemudian terbentuklah gamelan dalam wujud seperangkat komplit.

Gamelan Jawa berkembang pesat pada jaman Majapahit. Bahkan menyebar ke berbagai daerah seperti Bali dan Sunda.

Baca juga : Sejarah Angklung Di Indoneisa

Namun gamelan Jawa Tengah berbeda dengan gamelan Bali, berbeda juga dengan gamelan Sunda. Gamelan Jawa terbilang memiliki nada yang lebih lembut. Gamelan Bali cenderung rancak dan gamelan Sunda terdengar mendayu dengan dominasi seruling.

Perkembangan Gamelan Jawa

Gamelan Jawa umumnya dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang dan pertunjukan tari. Sampai kemudian berkembang sedemikian rupa, hingga mampu berdiri sebagai pertunjukan musik tersendiri. Lengkap dengan iringan suara para sinden.

Manakala berlangsung acara resmi di keraton, misalnya, gamelan diperdengarkan sebagai alunan musik pengiring. Utamanya bila salah satu anggota keraton melangsungkan upacara perkawinan khas Jawa. Sampai hari ini pun masyarakat Jawa masih menggunakan gamelan sebagai pengiring acara resepsi pernikahan.