Tinggal Di Kariwari Rumah Adat Papua

Tinggal Di Kariwari Rumah Adat Papua

daftarbudayaindo.web.id Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Tinggal Di Kariwari Rumah Adat Papua.  Berikut ini kami akan memberikan pembahasan yang berkaitan dengan artikel yang membahas mengenai Tinggal Di Kariwari Rumah Adat Papua

Rumah Kariwari adalah salah satu rumah adat khas Papua, lebih tepatnya adalah rumah adat dari Suku Tobati-Enggros yang bermukim di sekitar Teluk Yotefa dan Danau Sentani, Jayapura. Berbeda dengan bentuk rumah adat Papua lainnya – seperti honai yang berbentuk bulat – rumah Kariwari berbentuk limas segi delapan.Kariwari rumah adat Papua yang dihuni oleh suku Tobati-Enggros yang tinggal di tepi Danau Sentani, Jayapura. Rumah ini merupakan rumah khusus bagi laki-laki yang telah berusia sekitar 12 tahun.Rumah ini digunakan untuk mendidik anak-anak tersebut mengenai apa yang harus dilakukan oleh laki-laki seperti pengalaman hidup dan mencari nafkah.Mereka diajarkan untuk menjadi laki-laki yang bertanggung jawab dan berani serta kuat. Pelajaran yang didapatkan misalnya membuat perahu, cara berperang, membuat senjata, dan memahat.

Bentuk Dan Struktur Bangunan Rumah Adat Papua Kariwari
Rumah ini memiliki bentuk segi delapan yang menyerupai limas. Bentuk ini dibuat dengan maksud agar mampu menahan hembusan angin yang kuat. Sedangkan atapnya berbentuk kerucut. Menurut kepercayaan masyarakatnya untuk mendekatkan diri kepada para leluhur.Tinggi dari rumah ini berbeda-beda, dari 20-30 meter. Terdiri dari 3 lantai yang memiliki fungsi masing-masing. Lantai paling bawah digunakan untuk tempat belajar para remaja laki-laki.

Baca Juga : Honai Moon Ke Papua

Lantai ke dua digunakan untuk ruang pertemuan pemimpin dan kepala suku serta sebagai tempat tidur kaum laki-laki. Dan lantai ke tiga sebagai tempat meditasi dan berdoa.Lantai pada bangunan ini terbuat dari lapisan kulit kayu, dindingnya terbuat dari cacahan pohon bambu, sedangkan atapnya terbuat dari daun sagu. Di dalamnya terdapat kayu besi yang digunakan untuk menopang dan saling mengikat satu sama lain.Fungsinya agar atap tidak terlepas dan terbang terbawa angin. Dibawah batang kayu digunakan untuk menyimpan hasil kerajinan, alat perang dan lain-lain.

Related posts