Tradisi Pernikahan Unik Khas Indonesia

Tradisi Pernikahan Unik Khas Indonesia

Tradisi Pernikahan Unik Khas Indonesia – Indonesia memiliki banyak sekali tradisi yang terkenal hingga keluar negeri. Salah satu tradisi Indonesia yang masih sering di lakukan dan masih sangat lengket adalah tradisi pernikahan. Hingga saat ini, tradisi adat masih saja dilakukan sebagai bentuk kecintaan terhadap tradisi turun menurun dan kekayaan budaya. Di antara banyaknya tradisi pernikahan di Indonesia, terdapat beberapa tradisi yang menarik perhatian karena keunikannya.

Apa saja tradisi itu dan bagaimana pelaksanaannya? Simak selengkapnya di bawah ini.

Tradisi ‘Merarik’ – Lombok

Pernah terbayang peristiwa penculikan sebelum pernikahan? Kira-kira itulah yang diperagakan dalam tradisi pernikahan ‘Merarik’ dari Lombok ini. Tradisi ini dilakukan oleh suku sasak yang ada di Lombok. Sebelum pernikahan, calon mempelai wanita akan diculik oleh calon mempelai pria.

Hal ini juga tidak perlu diberitahukan kepada kedua orang tua. Namun yang menjadi persyaratan penculikan adalah harus membawa maupun teman yang dijadikan saksi sekaligus pengiring dalam tradisi menarik.

Calon mempelai wanita yang diculik tidak semerta merta dibawa ke rumah calon mempelai pria, melainkan harus di rumah kerabat calon mempelai pria. Setelah satu malam menginap, calon mempelai pria akan mengirim utusan guna memberitahu orang tua calon mempelai wanita, bahwa anak mereka telah dicuri.

Tradisi Menahan Buang Air – Kalimantan

Tradisi berikutnya ini tidak kalah uniknya. Bagaimana tidak, dalam tradisi ini, pasangan pengantin baru tidak diperbolehkan buang air kecil dan buang air besar selama tiga hari berturut-turut. Keduanya juga dilarang masuk ke dalam kamar mandi. Tradisi ini dilakukan oleh suku Kidung yang ada di Kalimantan.

Untuk mendukung tradisi ini, mempelai pria dan wanita dalam 3 hari larangan buang air tersebut akan diberi makan dan minum dalam jumlah sedikit. Setelah tiga hari di lewati, maka mempelai pria dan wanita sudah bisa beraktivitas seperti biasa.

Baca Juga :Tradisi Unik Orang Indonesia

Tradisi ‘Uang Panai’ – Makassar

Uang panai sendiri merupakan kata lain dari mahar yang akan diberikan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita. Ada beberapa tolak ukur yang digunakan untuk menentukan besar kecilnya uang panai yang akan diberikan.

Di antaranya ialah garis keturunan, pendidikan, pekerjaan dan kecantikan. Misalnya saja gadis berpendidikan S2 akan dilamar dengan uang panai yang lebih besar daripada gadis berpendidikan S1.

Sementara itu, jika dilihat dari garis keturunan, gadis-gadis yang berasal dari keluarga bangsawan biasanya akan dilamar dengan uang panai yang mencapai miliaran rupiah. Meski demikian, besaran uang panai ini biasanya masih bisa didiskusikan oleh kedua belah pihak.

Tradisi ‘Maminang’ – Padang

Jika pernikahan umumnya menempatkan pihak laki-laki yang melamar perempuan, maka berbeda dengan tradisi pernikahan yang berasal dari Padang ini. Nama tradisinya adalah ‘Maminang’.

Dalam tradisi ini, yang melamar adalah pihak keluarga mempelai perempuan. Terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui untuk tradisi ini. Di antaranya adalah maresek dan batimbang tando. Kedua tahapan ini mengharuskan pihak mempelai wanita untuk membawa buah tangan seperti buah, kue basah dan juga sirih.

Related posts