Upacara Turun Mandi

Upacara Turun Mandi

daftarbudayaindo.web.id Salah satu bagian dari upacara adat yang paling penting ada upacara adat guna melindungi buah hati dari gangguan sesuai dengan kepercayaan setiap suku.Berikut ini adalah upacara adat untuk melindungi buah hati .

Upacara Turun Mandi merupakan upacara yang dilakukan ketika telah lahirnya seorang bayi kedunia. ini merupakan perayaan ungkapan syukur kepada sang pencipta atas nikmat bayi yang baru lahir. Upacara Turun Mandi ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa telah lahir keturunan baru dari sebuah keluarga atau suku tertentu.

Ketentuan hari dalam pelaksanaan upacara Turun Mandi ini adalah jika bayi tersebut perempuan, maka hari dilaksanakannya turun mandi itu adalah pada hari genap, namun jika bayi tersebut laki-laki maka hari pelaksanaannya adalah hari ganjil. Upacara Turun Mandi ini juga mempunyai persyaratan-persyarakan yang harus dilakukan, Upacara Turun Mandi dimulai dengan persiapan berbagai perlengkapan, kemudian arak-arakan menuju sungai (batang aia) tempat dilaksanakannya upacara Turun Mandi tersebut. Sebelum sang bayi dimandikan ada banyak hal yang mesti dipersiapkan seperti hari pelaksanaan turun mandi, jika bayi laki-laki maka acara turun mandi dilaksanakan pada hari ganjil dari hari kelahiran sang bayi dan jika bayinya perempuan maka hari turun mandinya adalah hari genap.

Upacara Turun Mandi memiliki beberapa syarat, diantaranya:

1 Upacara turun mandi harus di laksanakan di batang aie (sungai).
Yang membawa bayi dari rumah ke sungai atau tempat mandi adalah orang yang berjasa membantu proses persalinan.

2 Keluarga bayi menyediakan batiah bareh badulang yaitu beras yang digoreng.
Karena biasanya proses turun mandi ini diiringi arak-arakan, batiah nantinya dibagikan kepada anak-anak kecil yang pergi mengikuti upacara turun mandi.

Baca Juga : Maluku Gila Sama Bambunya

3 Terdapat sigi kain buruak (obor yang terbuat dari kain-kain yang telah robek).
Sigi ini dibakar dari rumah dan kemudian dibawa ke tempat upacara atau ke sungai tempat si bayi akan dimandikan. Sigi kain buruak ini memiliki makna mengajarkan kepada si bayi bahwa jika kelak tidak ada satu hambatan dalam menuntut ilmu.

4 Menyediakan Tampang karambia tumbuah (bibit kelapa yang siap tanam).
Gunanya, pada saat telah sampai di tempat upacara anak ini dimandikan, bibit kelapa tadi dihanyutkan dari atas lalu ibu bayi akan menangkap kelapa tersebut saat mendekati si bayi.

5 Menyediakan Tangguak (tangguk).
Merupakan alat yang digunakan untuk menangkap ikan. Melambangkan juga untuk bekal ekonomi si bayi kelak. Kegunaan Tangguak untuk meletakkan batu yang diambil dari sungai sebanyak tujuh buah, kemudian batu ini bersama tampang karambia dibawa pulang. Batu inilah yang dimasukkan kedalam lubang tempat karambia ditanam.

6 Menyediakan palo nasi (nasi yang terletak paling atas) yang telah dilumuri dengan arang serta darah ayam.
Tujuannya untuk mengusir setan, makluk halus yang ingin ikut meramaikan upacara tersebut. Syarat ini disiapkan seba-nyak tigacawan atau bejana.

Related posts